Sebuah Pesan Singkat
*klenting*
Bukan, itu bukan suara sendok atau piring yang terjatuh, itu merupakan bunyi sebuah aplikasi WhatsApp yang menandakan bahwa ada pesan yang diterima dari kontak yang bersangkutan. Iya, anak laki-laki itu menerima sebuah pesan yang membuat dia terdiam sejenak, tidak lama, sejenak saja.. ya kira-kira 0,1 detik.
Dengan profil foto wanita bermukakan kucing, dia sempat berpikir di dalam hatinya:
'ini siapa yak, tau nomorku darimana yak'
dan terang saja, anak laki-laki ini langsung saja menanyakan darimana wanita ini mendapatkan nomor WA dirinya, dan dengan polosnya wanita ini berkata 'itu kan kamu cantumin di sosmed kamu'.
Seketika anak ini merasa menjadi laki-laki purba yang lupa telah mencantumkan nomornya sendiri pada akun usaha gambarnya. Yap, anak ini mencoba peruntunganya di dunia usaha karena anak ini bisa dikatakan berbakat dalam bidang gambar menggambar.
Anak itu sebenarnya kaget, dia tidak menyangka yang semulanya berawal dari rajin membalas komentar di setiap status yang diposting oleh si wanita (hingga komentar mereka berdua mencapai lebih dari puluhan komentar) sampai dia di chat oleh wanita ini di WA pribadinya. Setelah melakukan percakapan yang bersifat saling mengenal satu sama lainnya, mereka berdua beralih ke platform chat lainnya, dikarenakan anak laki-laki ini jarang menggunakan WA, dan lebih menggunakan LINE (ini gak promosi seriusan).
Hari demi hari berlalu, mereka berdua terlihat semakin akrab, banyak kemiripan diantara mereka berdua, mulai dari tempat semasa kecil, kejadian-kejadian yang mereka alami pun sama, yang membedakan saat itu hanyalah prihal feeling, mengapa? Karena si wanita ini memiliki feeling yang bisa dikatakan sangat kuat dalam hal menebak apapun itu. Anak laki-laki ini hanya bisa terheran-heran melihat wanita ini, karena ia sering ditebak dengan benar oleh wanita ini. Dari hal tersebut, timbul keinginan untuk belajar bagaimana cara agar bisa menebak sesuatu dengan benar, anak laki-laki ini pun menyebut wanita ini dengan sebutan 'guru'.
Sebuah pesan singkat itu merubah banyak hal di dalam diri anak laki-laki tersebut, mulai dari sudut pandang, kepribadian, dan sifat-sifat buruk yang dia ingin rubah sesegera mungkin.
| Gambar ini cuman pemanis, tanpa pemanis buatan. |
Bukan, itu bukan suara sendok atau piring yang terjatuh, itu merupakan bunyi sebuah aplikasi WhatsApp yang menandakan bahwa ada pesan yang diterima dari kontak yang bersangkutan. Iya, anak laki-laki itu menerima sebuah pesan yang membuat dia terdiam sejenak, tidak lama, sejenak saja.. ya kira-kira 0,1 detik.
Dengan profil foto wanita bermukakan kucing, dia sempat berpikir di dalam hatinya:
'ini siapa yak, tau nomorku darimana yak'
dan terang saja, anak laki-laki ini langsung saja menanyakan darimana wanita ini mendapatkan nomor WA dirinya, dan dengan polosnya wanita ini berkata 'itu kan kamu cantumin di sosmed kamu'.
Seketika anak ini merasa menjadi laki-laki purba yang lupa telah mencantumkan nomornya sendiri pada akun usaha gambarnya. Yap, anak ini mencoba peruntunganya di dunia usaha karena anak ini bisa dikatakan berbakat dalam bidang gambar menggambar.
Anak itu sebenarnya kaget, dia tidak menyangka yang semulanya berawal dari rajin membalas komentar di setiap status yang diposting oleh si wanita (hingga komentar mereka berdua mencapai lebih dari puluhan komentar) sampai dia di chat oleh wanita ini di WA pribadinya. Setelah melakukan percakapan yang bersifat saling mengenal satu sama lainnya, mereka berdua beralih ke platform chat lainnya, dikarenakan anak laki-laki ini jarang menggunakan WA, dan lebih menggunakan LINE (ini gak promosi seriusan).
Hari demi hari berlalu, mereka berdua terlihat semakin akrab, banyak kemiripan diantara mereka berdua, mulai dari tempat semasa kecil, kejadian-kejadian yang mereka alami pun sama, yang membedakan saat itu hanyalah prihal feeling, mengapa? Karena si wanita ini memiliki feeling yang bisa dikatakan sangat kuat dalam hal menebak apapun itu. Anak laki-laki ini hanya bisa terheran-heran melihat wanita ini, karena ia sering ditebak dengan benar oleh wanita ini. Dari hal tersebut, timbul keinginan untuk belajar bagaimana cara agar bisa menebak sesuatu dengan benar, anak laki-laki ini pun menyebut wanita ini dengan sebutan 'guru'.
Sebuah pesan singkat itu merubah banyak hal di dalam diri anak laki-laki tersebut, mulai dari sudut pandang, kepribadian, dan sifat-sifat buruk yang dia ingin rubah sesegera mungkin.
Komentar
Posting Komentar